Cara Memilih Kualitas Pasir yang Bagus

Cara Memilih Kualitas Pasir yang Bagus

Pasir yang berkualitas tinggi adalah pasir murni tanpa tambahan campuran apapun, yaitu pasir benar-benar terdiri atas pasir saja tanpa mengandung material lainnya seperti sampah, lumpur, tanah liat, bahan organik, kerikil dan lain sebagainya. Sayangnya, harga pasir dengan spesifikasi tersebut tergolong cukup mahal, selain itu jarang sekali ada toko bangunan yang menjual pasir murni sehingga sangat sulit dijumpai.

Kekokohan konstruksi sangat dipengaruhi oleh kualitas bahan bangunan pembentuknya. Karenanya untuk menghasilkan bangunan yang kuat dan kokoh sekaligus estetis diperlukan material yang tepat serta berkualitas baik.

Menurut SNI S-04-1998-F:28 Ciri-ciri pasir yang berkualitas tinggi diantaranya :

  1. Memiliki butiran tajam dan keras dengan indeks kekerasan kurang dari 2.2
  2. Bersifat kekal. Hancur maksimum 12% saat diuji dengan Natrium Sulfat dan hancur maksimum 10% saat diuji dengan magnesium sulfat.
  3. Tidak mengandung lumpur lebih dari 5%. Jika kadar lumpur terlalu tinggi, dapat dilakukan proses pencucian untuk mengurangi.
  4. Tidak mengandung bahan organik dalam jumlah yang terlalu banyak . dibuktikan dengan percobaan warna dari Abrans-Harder dengan larutan jenuh NaOH 3%
  5. Tingkat modulus kehalusannya berkisar antara 1,5-3,8 serta terdiri atas butiran yang beraneka ragam
  6. Beton dengan tingkat keawetan yang tinggi mempunyai reaksi yang negative terhadao alkali.
  7. Agregat halus untuk plesteran dan apsesi terapan wajib memenuhi persyaratan pasir pasangan
  8. Bukan pasir laut kecuali dengan petunjuk lembaga pemerintahan bahan bagungan yang berwenang
  9. Berada di dalam syarat ambang batas gradasi pasir yang baik.

Apa yang terjadi jika kita menggunakan pasir yang berkualitas kurang baik:

  • Penggunaan semen akan lebih boros.
  • Dinding tembok akan cepat terkelupas akibat lemahnya ikatan plesteran dan bata.
  • Dinding akan mudah lembab karena air tanah akan cepat naik.
  • Plesteran akan menggelembung dan mudah jatuh karena pori pori plesteran lebih besar sehingga udara cepat masuk.
  • Dinding tidak akan bertahan lama dan mudah roboh.
  • Biaya pemeliharaan dan perbaikan lebih tinggi dan mahal akibat kerusakan-kerusakan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *